Rabu, 27 Juni 2012

Kajian NDP HMI Bab I


EPISTEMOLOGI ISLAM: Usaha Menemukan Kebenaran

Pada hari Kamis kemarin tanggal 15 Maret 2007 di adakan Kajian NDP HMI. Seperti yang sudah-sudah nampaknya kajian ini adalah salah satu dari beberapa kajian yang wajib diadakan. Bertempat di Graha Gudang Becak, kajian NDP itu dimulai pukul 16.00 sebagai pemateri -atau lebih tepatnya sebagai kawan diskusi- Yasser Arafat, Kabid. PPA HMI Kom. Hukum, dengan mengangkat tema “Epistemologi Islam: Usaha Menemukan Kebenaran.”
Kebetulan NDP yang dikaji itu NDP yang terbaru. Sehingga ada beberapa mantan pengurus yang tertarik untukberpartisipasi juga.
Pada NDP Bab I dibahas mengenai landasan berpikir. Bahwa masing-masing dari kita memiliki pengetahuan, keyakinan. Pengetahuan dan keyakinan antara orang yang satu dengan yang lainnya saling berbeda. Dengan adanya perbedaan itu, seolah-olah bahwa kebenaran itu sesuatu yang bersifat relatif. Padahal Kebenaran adalah sesuatu yang mutlak. Dalam logika tidak mungkin ada dua kebenaran.
Lalu manakah diantara banyak pengetahuan dan keyakinan itu yang berada pada kebenaran? Maka dari itu, pada NDP Bab I inilah akan dibahas masalah landasan berpikir atau peta pengetahuan yang biasa dikenal dengan istilah Epistemologi Islam.
Di dalam dunia Barat, sumber pengetahuan yang mereka miliki dan yakini hanyalah dua sumber pengetahuan saja.
1.Empirisme
Sumber dari pengetahuan ini adalah Alam. Sarana yang digunakan adalah Eksperimen. Mazhab pengetahuan ini hanya mendasarkan kebenaran pada apa yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Apa yang dilihat, didengar, dirasa, dll. Misalnya, Apakah memang benar Tuhan itu ada? Kalau Tuhan itu ada, lalu mana Tuhan? Mengapa Tuhan tidak dapat kita lihat, tidak dapat kita dengar suaranya? Dari mazhab pengetahuan inilah muncul berbagai macam ajaran-ajaran materialistik. Mazhab ini tidak dapat mengantarkan kita pada kebenaran yang 100%. Misalnya saja Teori Gravitasi yang ditemukan berdasarkan Eksperimen. Belakangan teori Gravitasi tersebut telah ada yang membantahnya.
2.Rasionalitas
Sumber dari pengetahuan ini adalah akal. Alat atau sarana yang digunakan adalah berpikir. Mazhab pengetahuan ini mempunyai dua kaidah utama, yaitu Kausalitas (sebab-akibat) dan Non-Kontradiksi.
Sebab Akibat
Bahwa apa yang terjadi di dunia ini pasti memiliki sebab-sebab yang mempengaruhinya. Seseorang bisa tidur sekalipun, dibelakangnya terdapat beribu-ribu faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Non-Kontradiksi
Sebuah kebenaran, tidak mungkin di dalamnya mengandung kontradiksi. Misalnya ada informasi bahwa si A itu berada di jakarta, tetapi pada saat yang sama si A berada di Bandung. Informasi ini mengandung kontradiksi sehingga wajib kita tolak keabsahannya.
Jadi, kebenaran itu PASTI tidak akan bertentangan dengan akal. Maksudnya adalah kebenaran tidak akan bertentangan dengan kedua kaidah akal tersebut.
Mazhab pengetahuan ini mampu membawa kita pada kebenaran yang 100%
3.Pengetahuan Hati
Sumber dari pengetahuan ini adalah hati. Alat atau sarana yang digunakan adalah Tazkiyatun Nafs. Pengetahuan hati ini akan erat kaitanya dengan bab selanjutnya di dalam NDP yaitu Manusia dan Nilai-Nilai Kemanusiaan. Bahwa fitrah manusia adalah memiliki sisi baik dan sisi buruk. Tetapi manusia juga memiliki kecenderungan untuk menyempurnakan dirinya. Dalam menyempurnakan dirinya inilah Epistemologi Islam memiliki perang yang sangat penting, terkhusus pengetahuan hati dan nanti pengetahuan yang keempat yaitu pengetahuan skriptualisme.
4.Skriptualisme
Pengetahuan ini bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits. Alat atau sarana yang digunakan adalah Pengkajian dan Penafsiran. Bahwa di dalam al-Qur’an terkandung berbagai macam pengetahuan yang dapat menuntun kita pada kebenaran 100% dan kesempurnaan. Tentunya kesempurnaan yang dimaksud adalah kesempurnaan dalam kadar manusia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar